TOKOHERBALANNA.COM

29/01/12
0 comments
Mindi adalah tanaman pohon dari famili Meliaceae. Mindi juga dikenal sebagai renceh (Sumatera) dan gringging, mindi, cakra-cikri (Jawa )

Kandungan dan manfaat

Kulit batang dan kulit akar mindi kecil mengandung toosendanin, margoside, kaemferol, resin, tannin dan trirterpene kulinone sehingga dapat digunakan menyembuhkan cacingan dan hipertensi. Kandungan bahan aktif pada daun mindi adalah flavone glicoside, quercitrin, dan kaemferol, selain itu daun tumbuhan ini mengandung protein yang tinggi yang bersifat insektisidal dan bersifat penolak terhadap nematoda. Mindi kecil juga terbukti dapat menekan penyakit bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne spp. pada tanaman tomat.

MINDI KECIL

Mindi adalah tanaman pohon dari famili Meliaceae. Mindi juga dikenal sebagai renceh (Sumatera) dan gringging, mindi, cakra-cikri (Jawa )

Kandungan dan manfaat

Kulit batang dan kulit akar mindi kecil mengandung toosendanin, margoside, kaemferol, resin, tannin dan trirterpene kulinone sehingga dapat digunakan menyembuhkan cacingan dan hipertensi. Kandungan bahan aktif pada daun mindi adalah flavone glicoside, quercitrin, dan kaemferol, selain itu daun tumbuhan ini mengandung protein yang tinggi yang bersifat insektisidal dan bersifat penolak terhadap nematoda. Mindi kecil juga terbukti dapat menekan penyakit bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne spp. pada tanaman tomat.

( Melia azedarach L )

  Famili :  Meliaceae

Daerah :  Renceh, Gringging, Mindi, Cakra-cikri

Deskripsi Pohon
Mindi (Melia azedarach L) merupakan pohon dengan tinggi dapat mencapai 45 m, diameter mencapai 60 cm-120 cm, termasuk ke dalam kelompok suku meliaceae.

Nama daerah jenis ini adalah renceh di karo, di Jawa dikenal dengan nama gringging, mementin, mindi kecil (Heyne, 1987). Klasifikasi botanis secara lengkap adalah sebagai berikut :
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Rutales
Suku : Meliaceae
Marga : Melia
Jenis : Melia azedarach L

Tanaman mindi (Melia azedarach L) pada umumnya berbuah pada bulan Desember-Januari, walaupun ada sebagian kecil yang masih berbuah diluar bulan-bulan tersebut

Asing : 

Sifat Kimiawi :  Kaya kandungan kimia, kulit batang dan akar mengandung toosendanin C30H38O11 dan komponen yang larut C30H140O12, margoside, kaemferol, resin, tanin, n-triacontane, beta-sitosterol dan triterpen kulinone. Biji : resin yang sangat beracun.

Efek Farmakologis : Bersifat rasa pahit, dingin dan sedkit beracun, obat cacing, membersihkan panas dan lembab, laxative, peluruh air kemih (diuretik)

Bagian tanaman yang digunakan :  Kulit batang, Kulit akar dan daun, basah ataupun kering.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

Cacingan : Kulit batang/akar segar 90 – 120 gr digodok dan diminum

Kudis : Kulit batang/akar digosok dan airnya buat cuci bagian yang sakit/gatal.

Leave a Reply