TIPS DAN INFORMASI KESEHATAN
TIPS DAN INFORMASI KESEHATAN MAMA PINTAR

MAKANAN BAYI UMUR 0-24

· · 0 comments

 
MAKANAN BAYI UMUR 0 -24 BULAN
 aghifarisblogspot.com

Pemberian makanan anak umur 0 sampai 24 bulan
Sesuai dengan bertambahnya umur bayi dan anak, perkembangan dan kemampuan bayi dan anak menerima makanan dibagi menjadi 4 tahapan umur :

    * a. Makanan bayi umur 0 – 6 bulan
    * b. Makanan bayi umur 6 – 9 bulan
    * c. Makanan anak umur 9 – 12 bulan
    * d. Makanan anak umur 12 – 24 bulan

A.MAKANAN BAYI UMUR 0-6

1. Hanya ASI saja ( ASI Eksklusif )

Kontak fisik dan hisapan bayi akan merangsang produksi ASI terutama pada 30 menit pertama setelah lahir. Pada periode ini ASI saja sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Perlu diingat bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Menyusui sangat baik untuk bayi dan ibu. Dengan menyusui akan terbina hubungan kasih sayang antara ibu dan anak.

2. Berikan kolostrum

Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. Kolostrum mengandung zat-zat gizi dan zat kekebalan yang tinggi.

3. Berikan ASI dari kedua payudara

Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong, kemudian pindah ke payudara lainnya, ASI diberikan 8 – 10 kali setiap hari.INGAT ! Beri ASI saja sampai umur 6 bulan. Berikan kolostrum.



Ditulis berdasarkan sedikit membaca AGHIFARISBLOGSPOT.COM ,dari pengalaman mengasuh tiga anak. Mohon maaf bila ada kesalahan.

Jenis makanan

- Hanya ASI sangat diutamakan


- Karena sistem pencernaan belum sempurna, sangat tidak dianjurkan memberikan makanan padat dan bentuk yang lain.


Jumlah makanan


- Ikuti perilaku bayi. berikan makanan sesuai keinginan mereka


- Empat hari pertama, bayi akan menyusui ASI kira-kira 15x atau lebih tergantung pada berat bayi sehari


- Hingga usia tiga minggu, ASI diberikan paling sedikit setiap dua hingga tiga jam sekali atau sepuluh kali sehari


- Jika anda menggunakan formula, berikan kira-kira 160 cc formula setiap kilogram berat anak selama 24 jam.

   Misalnya berat anak 5 kg, maka dia sebaiknya minum total 800 cc formula selama sehari.


- Banyaknya pemberian ASI setiap kali minum tergantung pada usia anak.

   Semakin besar, semakin banyak juga susu yang diminum setiap kalinya.


Catatan


- Pemberian makanan pada anak anda dirasa kurang apabila berat badan anak tidak meningkat dan kurang membuang air besar (hingga usia satu bulan, bayi kira-kira tiga kali membuang air besar dalam sehari)



B. MAKANAN BAYI UMUR 6 BULAN

1. Pemberian ASI diteruskan, diberikan dari kedua payudara secara bergantian

2. Bayi mulai diperkenalkan dengan MP-ASI berbentuk lumat halus karena bayi sudah memiliki reflek mengunyah. Contoh MP-ASI berbentuk halus antara lain : bubur susu, biskuit yang ditambah air atau susu, pisang dan pepaya yang dilumatkan. Berikan untuk pertama kali salah satu jenis MP-ASI, misalnya pisang lumat. Berikan sedikit demi sedikit mulai dengan jumlah 1-2 sendok makan, 1-2 kali sehari. Berikan untuk beberapa hari secara tetap, kemudian baru dapat diberikan jenis MP-ASI yang lainnya.

3. Perlu diingat tiap kali berikan ASI lebih dulu baru MP-ASI, agar ASI dimanfaatkan seoptimal mungkin. MP-ASI berbentuk cairan diberikan dengan sendok, jangan sekali-kali menggunakan botol dan dot. Penggunaan botol dan dot berisiko selain dapat pula menyebabkan bayi/anak mencret itu dapat mengakibatkan infeksi telinga.

4. Memberikan MP-ASI dengan botol dan dot untuk anak baduta sambil tiduran dapat menyebabkan infeksi telinga tengah, apabila MP-ASI masuk keruang tengah atau tersedak.

5. Memperkenalkan makanan baru pada bayi, jangan dipaksa. Kalau bayi sulit menerima, ulangi pemberiannya pada waktu bayi lapar, sedikit demi sedikit dengan sabar, sampai bayi terbiasa dengan rasa makanan tersebut.

INGAT !

    * Teruskan pemberian ASI
    * Berikan ASI lebih dulu, baru MP-ASI
    * Berikan makanan lumat halus 1-2 x sehari



Ditulis berdasarkan sedikit hasil baca-baca, dan sedikit pengalaman mengasuh satu anak. Mohon maaf bila ada kesalahan. Sangat dianjurkan untuk cek ulang ke sumber-sumber lainnya.


Pada usia ini biasanya bayi sudah mulai siap makan makanan padat, walau beberapa ahli menyarankan untuk tetap hanya memberikan ASI atau formula hingga 6 bulan untuk mengurangi resiko alergi terhadap makanan selain ASI dan formula.


Tanda-tanda bayi siap makan makanan padat


Ini adalah ciri-ciri yang perlu diperhatikan walaupun mungkin bayi anda belum melakukan semuanya


- Sudah bisa menegakkan kepala sendiri


- Bisa duduk dengan baik di kursi


- Bisa melakukan gerakan mengunyah


- Berat badan terlihat meningkat hingga kira-kira sudah dua kali lipat berat badan ketika lahir


- Terlihat tertarik pada makanan


- Bisa menutup mulut jika disodorkan sendok


- Bisa memindahkan makanan dari mulut bagian depan ke mulut bagian belakang


- Bisa menggerakan lidah, dan tidak lagi mendorong makanan kelur menggunakan lidah


- Terlihat masih lapar setelah diberi delapan hingga sepuluh kali ASI atau 1200 cc susu formula


- Mulai tumbuh gigi


Jenis Makanan


- ASI atau susu formula DITAMBAH


- Bubur sereal beras atau bubur tepung beras


- Dilanjutkan dengan sereal biji-bijan lainnya


- Bila sudah terlihat bisa makan, bisa ditambah bubur sayuran (misal: ubi manis, labu-labuan) atau bubur buah-buahan (misal: pisang, apel, pear, alpukat)


Bagaimana


- Mulai dari bubur tepung beras yang sangat encer satu hari sekali, kira-kira sebanyak 1/2 sendok makan pada percobaan pertama. Mengapa beras? Beras memiliki resiko alergi yang rendah.


- Jika bayi sudah mulai terbiasa makan, bisa ditambah porsinya atau ditambah kekentalan buburnya.


- Bisa menambahkan menu baru kepada bayi. Satu rasa setiap kali menambah, jangan dicampur. Tunggu 4 hari untuk memperkenalkan makanan baru kepada anak, agar terlihat apakah bayi memiliki reaksi alergi terhadap makanan itu.


- Beberapa orang menyarankan untuk memberikan sayuran terlebih dahulu sebelum diberikan buah-buahan, sehingga bayi tidak lebih lebih dahulu kenal manisnya buah.


Makanan yang dihindari


- Madu. Tidak dianjurkan untuk bayi dibawah usia satu tahun, karena ada kemungkinan terkena bakteri Clostridium Botulinum. Bayi belum memiliki imunitas terhadap bakteri ini. Kalau mau tahu lebih lanjut tentang botulinum silakan baca ini . Kira-kira menurut tulisannya bisa mengakibatkan lumpuh karena dia meracuni saraf.


- Garam. Makanan bayi sebaiknya tidak diberi garam karena belum kuat diproses oleh ginjalnya. ASI dan formula sudah mencukupi kebutuhan garam ditubuhnya


- Gula. Biarkan bayi tidak terbiasa pada rasa manis yang bisa merusak giginya.


- Kacang. Selain ada kemungkinan tersedak, kacang juga sangat berpotensial menimbulkan reaksi alergi


- Susu sapi sebagai minuman. Tidak mencukupi kandungan lemak, nutrisi (terutama besi), dan kalori. Terlalu banyak sodium. Juga berpotensi menjadi alergen. Kecuali produk susu seperti keju, diperbolehkan setelah bayi berusia 6 bulan.


Makanan yang dihindari hingga usia 6 bulan


- Gandum dan segala produknya. Alergen (bisa menimbulkan reaksi alergi)


- Telur. Alergen, terutama bagian putihnya yang memiliki banyak kandungan protein.


- Ikan-ikanan. Alergen


- Buah-buahan asam, seperti jeruk, anggur, nanas. Perut bayi belum kuat untuk diberi makanan asam

C. MAKANAN BAYI UMUR 6- 9 BULAN

1. Pemberian ASI diteruskan

2. Pada umur 6 bulan keadaan alat cerna sudah semakin kuat oleh karena itu, bayi mulai diperkenalkan dengan MP-ASI lumat 2 x sehari. (cara membuat terlampir).

3. Untuk mempertinggi nilai gizi makanan, nasi tim bayi ditambah sedikit demi sedikit dengan sumber zat lemak, yaitu santan atau minyak kelapa/margarin. Bahan makanan ini dapat menambah kalori makanan bayi, disamping memberikan rasa enak juga mempertinggi penyerapan vit A dan zat gizi lain yang larut dalam lemak.

4. Setiap kali makan, berikanlah MP-ASI bayi dengan takaran paling sedikit sbb :

    * Pada umur 6 bulan beri 6 sendok makan
    * Pada umur 7 bulan beri 7 sendok makan
    * Pada umur 8 bulan beri 8 sendok makan
    * Pada umur 9 bulan beri 9 sendok makan

Bila bayi meminta lagi, ibu dapat menambahnya

D. MAKANAN BAYI UMUR 9 –  12 BULAN

1. Pada umur 10 bulan bayi mulai diperkenalkan dengan makanan keluarga secara bertahap. Karena merupakan makanan peralihan ke makanan keluarga, bentuk dan kepadatan nasi tim bayi harus diatur secara berangsur, lambat laun mendekati bentuk dan kepadatan makanan keluarga.

2. Berikan makanan selingan 1 kali sehari. Pilihlah makanan selingan yang bernilai gizi tinggi, seperti bubur kacang ijo, buah, dll. usahakan agar makanan selingan dibuat sendiri agar kebersihannya terjamin.

3. Bayi perlu diperkenalkan dengan beraneka ragam bahan makanan. Campurkanlah ke dalam makanan lembik berbagai lauk pauk dan sayuran secara berganti-ganti (terlampir). Pengenalan berbagai bahan makanan sejak usia dini akan berpengaruh baik terhadap kebiasaan makan yang sehat dikemudian hari.

INGAT !

    * Teruskan pemberian ASI
    * Berikan makanan lunak 3 kali sehari dengan takaran yang cukup
    * Berikan makanan selingan 1 kali sehari
    * Perkenalkan bayi dengan beraneka ragam bahan makanan

E. MAKANAN ANAK UMUR 12 – 24 BULAN

1. Pemberian ASI diteruskan. Pada periode umur ini jumlah ASI sudah berkurang, tetapi merupakan sumber zat gizi yang berkualitas tinggi.

2. Pemberian MP-ASI atau makanan keluarga sekurang-kurangnya 3 kali sehari dengan porsi separuh makanan orang dewasa setiap kali makan. Disamping itu tetap berikan makanan selingan 2 kali sehari.

3. Variasi makanan diperhatikan dengan menggunakan Padanan Bahan Makanan. Misalnya nasi diganti dengan: mie, bihun, roti, kentang, dll. Hati ayam diganti dengan: tahu, tempe, kacang ijo, telur, ikan. Bayam diganti dengan: daun kangkung, wortel, tomat. Bubur susu diganti dengan: bubur kacang ijo, bubur sumsum, biskuit, dll.

4. Menyapih anak harus bertahap, jangan dilakukan secara tiba-tiba. Kurangi frekuensi pemberian ASI sedikit demi sedikit.

INGAT !

    * Teruskan pemberian ASI
    * Berikan makanan keluarga 3 kali sehari
    * Berikan makanan selingan 2 kali sehari
    * Gunakan beraneka ragam bahan makanan setiap harinya.

banyak orangtua memiliki pengetahuan dasar mengenai makanan sehat yang bisa membuat tubuh dan tulang anak-anak kuat, tetapi kadang, masih ada kemungkinan hilangnya beberapa nutrisi penting. Sebab anak-anak tidak memerolehnya dari makanan yang telah tersedia. Terpenuhnya nutrisi yang baik dan kebiasaan makan yang sehat dapat menghindari buah hati Anda dari berbagai penyakit berbahaya. Dengan nutrisi penting dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan anak dalam masa-masa pertumbuhan mereka.

Ada beberapa nutrisi yang wajib dikonsumsi anak, di antaranya:

Magnesium

Magnesium adalah salah satu nutrisi penting yang harus Anda pastikan bahwa anak-anak mendapatkan cukup dari magnesium dalam makanan mereka. Nutrisi ini penting bagi anak Anda karena memiliki kemampuan untuk menjaga agar jantung kuat, menjaga otot, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan produksi energi, dan membangun tulang yang sehat.

Anak-anak berusia 1-3 tahun disarankan mengonsumsi magnesium 80 mg sehari. Anak-anak usia 4-8 tahun memerlukan magnesium sampai 130 mg sehari. Untuk meningkatkan asupan magnesium anak, Anda bisa mendapatkannya pada sayuran hijau, kacang-kacangan, dan gandum.

Kalsium

Anak usia 1-3 tahun perlu kalsium hingga 3.000 mg per hari, sementara anak usia 4-8 tahun memerlukan 3.800 mg per hari. Kalium sebagai nutrisi yang sering dikaitkan dengan pisang. Dalam hal kesehatan anak Anda, nutrisi ini memainkan peranan besar untuk mempertahankan produksi energi, otot, dan fungsi jantung, menjadikan tulang yang kuat, bahkan dapat menjaga anak Anda rentan terhadap risiko tekanan darah tinggi ketika mereka dewasa.

Serat

Cara terbaik untuk mengetahui jumlah serat bagi buah hati adalah untuk mengonsultasikan kepada dokter anak untuk mengetahui seberapa banyak serat yang bisa dikonsumsi anak Anda.

Karena Serat merupakan nutrisi yang biasanya dianggap penting untuk orang dewasa, tetapi ini juga penting bagi kesehatan anak.

Serat tidak hanya berfungsi memperlancar buang air besar dan mengatasi sembelit, namun dapat pula mencegah diabetes tipe 2, menjaga anak-anak rentan terhadap risiko penyakit jantung, kolesterol, darah tinggi, dan menjaga bobot tubuh mereka.

Vitamin E

Umumnya, vitamin E ditemukan dalam makanan berlemak. Untuk memastikan anak Anda mendapatkan vitamin E dalam jumlah tepat, Anda bisa memasukkan lebih banyak sayuran berdaun hijau, seperti bayam, atau kacang-kacangan dalam daftar makanan harian.

Vitamin E merupakan nutrisi penting yang juga dibutuhkan anak-anak. Antioksidan ini dikenal untuk memerangi radikal bebas, tetapi juga berperan membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat dan mempertahankan metabolisme yang baik.

0 comments:

Poskan Komentar